Adopsi Cara Cina Meraih Banyak Mendali

Hingar bingar asian games 2018 telah berakhir dengan menempatkan cina sebagai juara umum dengan total perolehan mendali terbanyak yaitu 289 dengan rincian, 132 emas, 92 perak dan 65 perunggu.

Kisah sukses cina yang selalu menjadi langganan juara umum sejatinya adalah hasil dari perjuangan panjang yang tanpa kenal lelah.

Salah satunya bentuk kerja keras negara tersebut adalah menggembleng para atlet sejak dini.

Tak jarang banyak yang mengomentari kebijakan cina dalam proses penggemblengan para atlet yang tidak manusiawi.

 

Meski begitu, nyatanya cina mampu mebuktikan itu semua dengan raihan medali dan langganan jadi juara umum. sebuah balasan yang sangat pantas untuk sebuah keraguan.

Karena Bagaimanapun setiap langkah untuk sukses sejatinya harus melawati kerasnya latihan, cucuran air mata, keringat, dan tak jarang harus bercucuran darah.

Keseriusan cina untuk selalu jadi juara dibuktikan juga dengan menganggarkan 5% dari APBN untuk fokus penanganan olah raga.

Sehingga wajar jika cina punya kans menang lebih tinggi dibanding dengan negara lain di asia dalam hal memenangi juara umum dalam setiap pagelaran yang ada.

Rasanya jika ingin menang, langkah yang dilakukan oleh cina bisa diadopsi untuk perbaikan olah raga kita. karena bagaimanapun olah raga adalah salah satu cara terbaik untuk kontribusi sekaligus menyalurkan bakat anak bangsa untuk meraih cita-citanya serta mengharumkan nama bangsa.

Iklan

Ketika Hidup Bermakna Saling Memanfaatkan

Menurut Harold Laswell salah satu guru ilmu politik amerika berpendapat bahwa politik adalah tentang “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana.”
 
Bahkan saat ini politik juga berarti sebagai “art possible’’ (seni kemungkinan; artinya sesuatu yang tidak mungkin dapat diubah menjadi mungkin atau sebaliknya sesuatu yang mungkin dapat diubah menjadi menjadi tidak mungkin)
 
Kalo dilihat dari 2 pengertian diatas sudah jelas bahwa saat anda berpolitik maka anda sedang belajar mendapatkan sesuatu. Apapun itu.
 
Sialnya, pengertian ini tidak semua dipahami dengan baik. sehingga akar rumput atau pendukung para pemimpin ribut ga karuan membela para jagoannya.
 
 
Tidak sedikit di akar rumput berdebat ga karuan. teman saling bermusuhan karena beda siapa yang didukung, keluarga pecah dan saling menjauh karena beda calon yang diusung.
 
 
Kadang, ketika para calon yang didukung sudah menjabat mereka lupa dengan darah dan keringat para relawan dan timsuksesnya. Sehingga, akar rumput hanya diperas untuk mendapatkan suara dengan upah ala kadarnya.
 
 
Artinya gini, ketika anda memutuskan untuk masuk dan ribut mendukung setidaknya ada yang bisa anda dapat. Kalo ribut tanpa dapat sesuatu untuk apa ?
 
Meskipun memang ada golongan yang konon bekerja secara ikhlas 🙂
Padahal kita tahu, jika saat ini ikhlas butuh fasilitas. tanpa fasilitas ? ya ga bisa ikhlas. 🙂
 
Karena ujung dari semuanya adalah kepentingan. anda akan membela mati matian jagoan anda karena mereka dianggap punya kans untuk memuluskan kepentingan anda.
 
 
Hidup ini terkadang berarti saling memanfaatkan !!!!
Dalam situasi seperti ini, orang memanfaatkan apa yang kita punya sudah selayaknya jika kitapun meminta sesuatu dari mereka. win-win solution.
Jika kehidupan ini diartikan sebagai gelanggang permainan, maka yang bermain paling baiklah yang menang.
 
 
 

3 Pembeda

Dimanapun anda berada, 3 golongan ini selalu ada. Tanpa terkecuali.

Pembeda dari 3 golongan ini bukan dari apa yang mereka ketahui, tapi visi.

Visi menjadi dorongan kuat para doer, karena mereka mampu melihat dengan jelas apa yang ada dibalik bukit kerja keras.

Sedangkan talker, hanya membincang hal2 yang ideal. Bagaimana cara ini dan itu dikerjakan dengan baik dan benar, namun secara teori.

Adapun pengkritik hanya membuang waktu dengan mengomentari apa yang orang lakukan.

Mereka menghabiskan energi untuk mencari celah kekurang para doer, menjatuhkan bahkan ada yang mencoba dengan keji memfitnahnya.

Kenapa para pengkritik berlaku begitu ?

Menurut salah satu buku menyebut, perilaku demikian karena pengkritik takut mereka berjalan sendiri karena mereka sadar tak punya kemampuan yang bisa jadi andalan dalam mengarungi hidup.

Jadi mengkritik adalah cara terbaik agar mereka mendapat teman yang sama sebagai pengkritik.

Dengan cara itulah mereka mendapat teman. Sialnya, yang berpikir demikian tidak hanya satu dua orang, tapi mayoritas.

Itulah mengapa, 3% populasi orang kaya, menguasai 97% lahan dan kekayaan di dunia.

3% memilih hidup menjadi doer, dan 97% sisanya memilih menjadi follower. Follower sendiri bisa berarti pengkritik atau bisa jadi para talker.

Dan yang lebih menarik lagi, bahwa 3% orang itu adalah pembelajar sejati, yang selalu haus dengan ilmu pengetahuan. Mereka selalu menerapkan apa yang telah dipelajari, lalu gagal, mencari solusi gagal lagi dan seterusnya hingga kegagalan menyerah dan memberikan hasil berupa sukses dengan capaian sesuai rencana bahkan lebih.

The 4 Disciplines of Execution

Tidak banyak yang sadar bagaimana cara mencapai target dengan baik dan benar. Padahal, setiap hari kita terus diingatkan dengan target target capaian kita. Baik oleh bos, ataupun oleh rekan kerja kita.

Tapi ternyata ada sebuah pendekatan yang berbeda yang dinamai 4 DX, metode itu bukanlah hal yang baru. tapi banyak luput dari pengaplikasiannya.

Tapi Tenang saja, hal ini bukan hanya terjadi pada anda tapi juga kepada perusahaan besar lainnya.

4 DX ini merupakan aturan disiplin yang luar biasa. bagi siapapun yang mencoba menerapkannya dengan baik, maka dia akan mendapati hasil yang super dahsyat. Dan bisa jadi andapun terperangah, kagum, ternyata anda bisa mencapai target tersebut.

Contohnya begini.

Anda punya target menurunkan berat badan. maka menurunkan berat badan ini disebut dengan Lag Measure.

Kebanyakan orang saat punya target dan hanya fokus kepada lag measure, hasilnya selalu gagal.

karena saat ditanya bagaimana kamu bisa menurunkan berat badan ?

Jawabannya ? pokoknya olah raga dan mengurangi makan.

Jika demikian adanya, sudah dipastikan ANDA GAGAL !!!!

Kenapa ? karena fokus anda hanya kepada menurunkan berat badan bukan kepada caranya.

Cara menurunkan berat badan ini disebut dengan Lead Measure. pengertian simpelnya gini, lead measure ini adalah yang mempengaruhi hasil akhir dan disebutkan dengan spesifik. tidak general.

Untuk menurunkan berat badan maka anda harus olah raga. harus dispesifikan lagi. olah raga seperti apa ?

Misalnya 30 menit lari, 60 kali pushup, maka aktivitas itu disebut dengan laead measure. Dan siapapun anda yang berfokus pada lead measure hasilnya selalu menggembirakan.

Contoh lainnya.. Jika anda punya target memiliki tubuh bugar, maka apa lead measure yang harus anda jalankan ?

  1. tidur yang cukup
  2. olah raga rutin
  3. minum susu

3 point di atas apakah sudah cukup spesifik ?

Yes.. jawabannya belum. harus dirinci lebih detil lagi.

  1. tidur yang cukup, dengan spesifikasi 5 sampai 7 jam sehari
  2. olah raga rutin, dengan spesifikasi 20 menit jogging setiap pagi
  3. minum susu, dengan spesifikasi 1 – 2 gelas perhari

Jika anda sudah melakukan lead measure diatas dengan baik maka anda akan mendapati tubuh anda bugar.

 

langkah selanjutnya adalah komitmen. Setiap pekan anda diminta untuk mengevaluasi hasil dan aktivitas selama seminggu kebelakang. Baik dan kurang. yang baik dipertahankan yang kurang terus diperbaiki.

begitu seterusnya.

Jika anda sudah punya target yang hendak dicapai, metode disiplin ini sangat layak untuk diterapkan.

 

 

 

 

NOTE: jika anda penasaran, bisa beli bukunya di gramedia dengan harga Rp. 90.000,- dan penampakan bukunya seperti di bawah ini ya. 🙂

 

 

 

 

 

Manggung

Setelah sekian lama libur manggung, hari jumat lalu saya terima tawaran untuk sekedar berbagi pengalaman dan sedikit pengetahuan bersama adik-adik di pondok dulu tempat saya belajar.

Materi sharingnya terbilang lumayan berat, tentang management konflik. Dahsyat !!

Mengingat organisasi adalah hal yang tak bisa dilepaskan dari namanya konflik, maka butuh ilmu untuk mengelolanya agar menjadi hal positif. karena tak selamanya konflik itu bermakna negatif.

Dalam kebanyakan kasus, konflik terjadi karena banyaknya faktor. Diantaranya karena: perbedaan individu, latar belakang, kepentingan dan Nilai yang dianut.

Setelah sekian lama tak manggung, luapan semangat dan hiruk pikuk ruangan acara menjadi godaan untuk saya kembali dan beraktivitas disana lagi.

Heumm….. sepertinya sudah saatnya kembali ke ranah yang telah banyak mengubah cara pandang dan cara berkomunikasi yang baik itu.

Tujuannya satu… supaya bisa kembali lagi berbagi.

karena inti dari manggung ya ga ada lagi selain berbagi. tanpa semangat berbagi materi akan terasa hambar. tak punya nilai, tak punya esensi.

Semoga dalam waktu dekat bisa kembali berbagi lagi, supaya bermanfaat apa yang telah dipelajari dan menjadi tabungan kebaikan. amin

 

Keunikan Diri

Kamu tidak dapat mengajari seseorang apa pun, kamu hanya bisa membantunya menemukan apa yang ada dalam dirinya sendiri.

– Galileo –

Nyatata memang begitu. Karena Tuhan telah menganugerahi setiap manusia semuanya dengan keunikan. Tanpa terkecuali.

Tugas manusia adalah menggali kekuatan yang ada dalam dirinya. menggali keunikan yang ada padanya. Itu tugasnya.

Bukan malah membandingkannya dengan keunikan orang lain. karena itu keliru.

Karena Logikanya gini.. Ikan yang pandai berenang tidak mungkin berhasil jika diminta memanjat sepandai monyet.

Kenapa ?

Karena ikan dan monyet sudah punya keunikan masing-masing yang tidak Tidak bisa disamakan satu sama lain.

Kalo hari ini masih ada yang membandingkan dirinya dengan orang lain.

itu sama artinya anda memaksa ikan jago berenang disuruh pandai memanjat seperti monyet.

Pasti salah kaprah…. ikan pasti kelenger.

 

karena yang mesti anda lakukan adalah Cukup fokus kepada kekuatan anda.

 

jika sudah ketemu bagikan kebermanfaatannya untuk orang yang ada di sekeliling anda. 🙂.

 

Selamat bersenin yang selalu nganenin 🙂

 

Latihan

 

“Lebih baik mandi keringat saat berlatih, daripada mandi darah saat berperang”. Slogan TNI

 

Latihan dalam militer khususnya pasukan komando indonesia dikategorikan oleh negara lain sebagai latihan paling sadis nan brutal.

Hal ini bukan tanpa alasan mengingat dalam pasukan komando mereka akan diuji serta dilatih hingga batas akhir kemanusiaan.

Mulai dari dibrondong peluru saat latihan, berenang dengan jarak puluhan km, dan uijan lainnya wajar jika pasukan negara lain protes untuk mengganti pola latihan yang dianggap tidak manusiawi.

Meski begitu, nyatanya apa yang dilakukan oleh pasukan komando berbuah manis.

Saat ini, dalam salah satu sumber mengatakan bahwa Pasukan komando telah menggeser pasukan SAS inggris di nomer urut satu. Keren.

Artinya, kalo bicara masalah dunia militer pasukan komando sudah berada di pucuk tertinggi pasukan khusus lainnya. sebuah prestasi luar biasa.

Hal menarik yang bisa kita simpulkan adalah bahwa latihan bagi pasukan komando layak untuk dicoba.

Sebuah gemblengan yang cukup keras menjadikan mereka kuat. Cobaan yang berat menjadikan mereka tegar. Serangkaian ujian fisik menjadikan mereka lebih siap dibanding yang lainnya.

Hal yang sama terjadi dengan kondisi hari ini di dunia usaha ataupun di profesi lainnya.

Bahwa siapa yang menang serta berhasil adalah mereka yang telah melewati serangkaian ujian yang cukup berat dan mereka bertahanan hingga titik akhir sebuah level.

 

Dian Ara, seorang perempuan yang berprofesi sebagai game designer mengatakan dalam sebuah presentasi di TEDx Jakarta bahwa hidup ini seperti bermain game.

“anda harus lulus di setiap level permainan. jika tidak, anda akan berhenti di sana entah sampai kapan. cara terbaik untuk naik tingkat adalah berlatih dan terus mengevaluasi kekurangan yang anda untuk mendapatkan hasil yang sempurna”.

 

Kita tidak pernah tau, kapan hasil latihan keras ini akan berbuah.

Tapi percayalah, tidak ada latihan yang keras dan cerdas telah dilakukan kecuali akan berbuah manis di akhirnya.

 

Pola ini sudah terbukti dan teruji. Tinggal, siapa yang mau bertahan hingga titik akhir sebuah ujian ?

 

karena siapa saja Yang siap menjalani hingga akhir sebuah level, punya potensi menang lebih dari mereka yang hanya bertahan hingga pertengahan.