Mampu dan waktu

Sekarang, putaran waktu yang berganti harus punya arti, punya makna dalam artian ada sesuatu yang bertambah: baik kemampuan ataupun pengetahuan.

Tahun kemarin bagi saya mungkin tidak terlalu baik dalam mengelola waktu yang ada, sehingga semua berjalan biasa tanpa ada hal menonjol yang terjadi.

Saya selalu yakin, jika waktu yang ada dioptimalkan akan menjadikan diri kita sebagai “manusia” yang beruntung. Dan begitupula sebaliknya.

Entahlah..

Efek malem-malem kejar target ๐Ÿ™‚

Iklan

Tumbangnya Sang Jawara

Setiap detik waktu berlalu, setiap itu pula banyak kejadian yang akan jadi penentu. Semua berubah setiap waktunya.

Membincang kedigdayaan maka akan bicara tantangan ujian waktu.

Sejarah selalu mencatat bahwa yang berkuasa akan tumbang, yang belum menikmati kekuasaan akan “diberi” adalah suatu hal yang pasti terjadi.

13 Januari lalu, tim kami tumbang setelah membawa pulang 3 tropi berturut-turut dalam pagelaran futsal akbar alumni HK.

Banyak faktor sejatinya yang mempengaruhi penampilan para satria dilapangan. Salah satunya intensitas main bersama yang terbilang singkat. Bahkan tidak ada sama sekali.

Keharusan adanya chemistry tak bisa tolak. Itu salah satu hal yang wajib ada. Dan itu hal yang menurut saya belum terlihat maksimal.

Pemain yang kami turunkan adalah pemain kunci. Punya skill dan kemampuan yang unik.

Kami menyadari, untuk menyatukan para raksasa butuh waktu. Maka, kekalahan ini adalah pelajaran besar untuk merebut kembali tropi yang hilang.

Pagelaran ini akan terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan Alumni HK. Jadi, masih ada 11 bulan untuk persiapan kembali.

Para satria 12 telah berjuang dengan sempurna, tapi mereka yang lebih baiklah yang jadi juara.

Lingkungan

Saya sangat suka sekali quote ini. Menampar. Dalam. Sekaligus sangat logis.

Ternyata lingkungan sekitar anda adalah salah satu penentu masa depan. Maka jangan salah memilih lingkungan. lingkungan terbaiklah yang seharusnya merwarnai anda.

Saya begitu sangat yakin. Bahwa mentor dan lingkungan adalah hal yang tak terpisahkan dari sebuah impian.

Bila anda ingin jadi pengusaha, maka jangan bergaul dengan karyawan karena anda akan dianggap gila.

Bila anda ingin menjadi seorang programer tentu jangan bergaul dengan tukang service ac. Karena ga akan sinkron.

Begitu seterusnya.

Efek lingkungan itu sangat dahsyat. Ketika anda berada di lingkungan yang sama dan satu frekuensi, semangat anda akan tetap terjaga. Selain itu, lingkungan yang telah dipilihpun akan menjadi ajang sharing ilmu, mencari solusi, update hal baru bahkan tak jarang buat project bersama.

Maka ga salah kalo para trainer dalam setiap kali penyampaian trainingnya selalu mengingatkan agar kita tak salah pilih kawan dan lingkungan….

Welcome 2018

Malam kemarin adalah tahun baru. Malam dimana tahun 2017 berakhir dan diganti dengan lembaran baru 2018.

Hampir setiap orang punya cara untuk merayakan malam tahun baru. Dari mulai bakar ikan hingga bakar petasan, lengkap semuanya.

Tapi bagi saya, perayaan tahun baru menyisakan tanda tanya.

Apa yang dirayakan ?

Apakah anda seorang bisnisman yang telah meraup keuntungan sekian Tanggo ?

Apakah anda seorang profesional yang telah memberikan banyak kebermanfaatan?

Ataukah anda seorang anak manusia yang punya segudang prestasi yang layak untuk dirayakan ?

Bagi saya kutipan yang mengatakan “resolusi itu tidak ada, yang ada hanyalah kerja keras” benar adanya.

Karena tidak sedikit yang merayakan tahun baru tak tahu apa yang dirayakan, dan ketika ditanya apa yang ingin dicapai di tahun baru itu hampir jawabanya tidak menunjukan kalo mereka punya tujuan.

Sekarang, saya mencoba menjalani setiap aktivitas berdasarkan esensinya dibanding variable.

Karena dulu saya terjebak didalam kehidupan yang sifatnya variable yang sangat kosong. Ngikut keramaian tapi kita sendiri tak tahu apa yang kita ikuti, dan untuk apa kita ikuti hal itu.

2018 punya 360 kesempatan yang harus dibuat menjadi satu, dua bahkan lebih hal2 besar yang lahir.

Menurut para ahli.. untuk menggapai sebuah resolusi tak harus punya 10 harapan.

Cukup 5 paling maksimal dan anda harus fokus untuk mencapainya. Karena 10 resolusi terlalu banyak dan rentan untuk tidak tercapai.

Semoga capaian target, karir, dan pengembangan diri di tahun ini bisa meningkat dan lebih terasa bermanfaat bagi orang lain.

Malu

Saya sedang suka membahas pepatah indonesia yang mengatakan, “tong kosong nyaring bunyinya”.

Kenapa ?

Karena hari ini banyak yang bertingkah bak ulama, guru agama, orang kaya dan segudang tingkah aneh lainnya.

Padahal jelas. Ketika kita bicara sesuatu yang tidak kita punya, dalam salah satu buku disebutkan, maka realitas yang akan membuktikannya.

Ketika itu terjadi, maka anda kehilangan “muka”.

Bagi orang yang punya iman, maka rasa malu akan begitu menjadi hukuman berat. Sehingga akan dia hindari perbuatan yang membuatnya kehilangan harga diri.

Karena malu itu sebagian dari iman..

Dan jangan heran, kalo ada orang yang bertingkah seenak bodong tanpa merasa beban mengklaim apapun yang dia sendiri tak punya tapi seolah2 dia pemiliknya. Maka dialah orang yang imannya dalam pertanyaan !

Entahlah… ternyata, makin diperdalam konsep agama khususnya masalah malu, banyak ketamparnya. Heummmmfff.

Cara Menguji Kebaikan

Tidak semua niatan itu akan mampu diterima dengan baik pula !!!
ย 
Adakalanya, malah ditolak. adakala malah dikira cari muka, malah ga sedikit yang difitnah untuk tujuan kudeta dan dugaan lainnya. Mantapks !!!!
ย 
Tapi apapun sangkaan dan dugaan itu ditujukan, satu hal yang mesti dipegang erat.
ย 
Begitulah konsep kebaikan. begitulah cara pengujian kinerja kebaikan.
ย 
Sehingga dengan tempaan itu, apakah kelak niatan tersebut goyah, berubah atau bahkan berpindah dari tempat semula ke tempat yang berbeda ? Entahlah….
ย 
ย 
Tapi kalo belajar dari sejarah sang panutan mulia, Muhammad bin Abdullah, yang dinobatkan sebagai manusia sempurna versi Tuhan, yang ga mungkin ada keraguan, kebenaran risalahnyapun dapat dibuktikan, tetap saja niatan baiknya tidak mulus diterima kaumnya.
ย 
Padahal, apa yang beliau lakukan untuk kebaikan ummatnya.
ย 
Apalagi kita, menyandang kata sempurna saja engga, jadi sedikit niatan baik kemudian dibalas tak pantas, sangat pasti wajar !!!
ย 
Ternyata benar….

Sabar itu hadiahnya mahal, yaitu syurga… kalo murah, palingan hadiahnya magic jar. ๐Ÿ™‚

ย 
ย 
ย 
ย 
ย 
ย 
ย 

Tuhan Tak peduli dengan kita

Untuk tahu kapasitas diri tidak ada cara lain kecuali diuji. Itulah mengapa, adanya ujian disekolah. Tujuan adanya ujian bukan untuk memberatkan siswa namun untuk mengetahui apakah siswa tersebut sudah layak naik atau harus tinggal kelas.

Ujian disekolah berbeda dengan ujian hidup. Ujian disekolah, anda diajarkan ilmu terlebih dahulu setelah itu baru ada info ujian. Tapi ujian kehidupan berbeda. Anda diberikan soal ujian dulu setelah itu baru anda belajar.

Dengan kata lain, ujian sekolah persiapan dulu baru ujian, tapi ujian kehidupan persiapian dulu ujiannya dadakan. ๐Ÿ™‚

Dalam hidup pun ternyata ada yang tidak naik kelas. Siapa mereka ?

Mereka adalah orang yang tak pernah mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang dilaluinya.

Tuhan berkali kali menguji, menegur dengan kondisi sempit, hancurnya bisnis, cerai, kehilangan anggota keluarga dan berbagai kejadian lainnya untuk memberikan hikmah dibalik itu semua.

Tapi hanya sedikit yang faham. Hanya sedikit yang mengambil pelajaran. Maka mereka itulah yang disebut tinggal kelas. Usia makin menua tapi amalan dan kebaikan tak ubahnya anak TK yang belum tahu apa-apa.

Maka, kalo sudah faham konsep ujian seharusnya bisa santai karena itu batu loncatan kita dalam proses naik kelas.

Rasanya heran kalo ada orang yang selalu mengindari ujian. Karena kalo ujian tidak kunjung tiba, bisa jadi Tuhan tak peduli lagi dengan kita.

Wallahi a’lam.